image

“Hujan…mbangkong ahhh…mumpung lagi libur…”

Ini adalah status salah seorang temanku di WhatsApp messenger. Hujan jadi ajang mbangkong. Tau mbangkong gak? Tidur bangun sampe siang, begitulah kira-kira bunyinya.

Musim hujan, apalagi kalo pas lagi libur memang selalu dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk tiduran trus. Balas dendam atas kesibukan karena rutinitas yang sangat padat. Bersantai di rumah, bergelut dengan selimut dan bantal guling rasanya sangat menyenangkan sekali.

(lebih…)

Uda lama sekali rasanya gak naik angkot. Kapan terakhir kali naik angkot pun aku uda lupa. Biasanya kalo mau pergi kemana-mana aku selalu jalan kaki. Biar sehat plus hemat gitu heheee…

Kemarin karena satu hal yang penting dan mendesak, ku paksain diri untuk naik angkot, padahal hari sudah hampir maghrib. Menembus hujan yang sejak siang gak mau berhenti. Dengan modal nekat dan basmallah, akhirnya aku duduk juga di dalam angkot.

(lebih…)

Dulu aku bertanya, seperti apa sih rasanya kehilangan. Kehilangan yang sebenar-benarnya hilang. Dan kini aku benar-benar merasakannya. Aku kehilangan. Dan rasanya sungguh menyesakkan dada. Ketika terbangun dari tidur, dan kusadari dirinya tlah pergi, dan tak kan pernah kembali lagi, ingin rasanya ku berteriak, dan memohon untuk tidak meninggalkanku. Tapi itu sama dengan aku melawan takdir, dan berontak atas suratan Illahi.

(lebih…)

Innalillahi wainnailaihi raji’un

Tadi malam tanggal 6 Desember 2012, kurang lebih jam 21.40 WIB, Ibunda tercinta kembali berpulang ke Rahmat Allah SWT. Aku bersyukur disaat-saat itu aku ada disampingnya, menggenggam tangannya, dan menuntun Ibu mengucapkan asma-asma Allah.

Aku melepasnya dengan ikhlas, dengan harapan semoga Allah SWT akan menerangi jalannya, memuliakan tempatnya, membersihkan kesalahannya, dan memberikan kediaman yang lebih baik sebagai ganti dari rumahnya, serta memasukkannya ke dalam surga.

Amin Ya Rabbal ‘Alamin

Hari ini aku ingin menulis tentang seseorang yang sangat berharga dalam hidupku. Dia orang yang membuatku ada di dunia ini. Dia orang yang mencintaiku lebih dari cinta pada dirinya sendiri. Dia wanita yang tangguh, tak pernah mengeluh meski beban hidup kerap menghimpit dan membuatnya letih. Dia wanita tercantik yang pernah ku lihat. Dialah ibuku, ibu yang melahirkanku. Ibu yang banyak mengajarkanku cara bertahan di tengah banyaknya persoalan hidup yang kadang membuatku hampir putus asa.

(lebih…)

Sekawanan anak bintang
Berlarian dilangit malam
Berkelip tanpa beban
Membentuk satu dimensi harapan

Tunjuk satu bintangmu
Genggam dan segera bawa pulang
Jadikan sebagai selimut malam
Pengantar tidur meniti impian

(lebih…)

Aku terlambat percaya
Terlambat percaya isyaratmu
Terlambat meyakinimu
Terlambat mengamini ucapanmu

Dulu bisikmu ku anggap angin lalu
Hanya bualan semu
Sekedar bait kosong di lembaran kusam
Yang lalu ku remas dan ku buang

Aku terlambat…
Masihkah ada waktu..???