serba-serbi


image

“Hujan…mbangkong ahhh…mumpung lagi libur…”

Ini adalah status salah seorang temanku di WhatsApp messenger. Hujan jadi ajang mbangkong. Tau mbangkong gak? Tidur bangun sampe siang, begitulah kira-kira bunyinya.

Musim hujan, apalagi kalo pas lagi libur memang selalu dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk tiduran trus. Balas dendam atas kesibukan karena rutinitas yang sangat padat. Bersantai di rumah, bergelut dengan selimut dan bantal guling rasanya sangat menyenangkan sekali.

(lebih…)

Iklan

Uda lama sekali rasanya gak naik angkot. Kapan terakhir kali naik angkot pun aku uda lupa. Biasanya kalo mau pergi kemana-mana aku selalu jalan kaki. Biar sehat plus hemat gitu heheee…

Kemarin karena satu hal yang penting dan mendesak, ku paksain diri untuk naik angkot, padahal hari sudah hampir maghrib. Menembus hujan yang sejak siang gak mau berhenti. Dengan modal nekat dan basmallah, akhirnya aku duduk juga di dalam angkot.

(lebih…)

image

Pagi tadi benar-benar tak mengenakkan. Aku kena jebakan lagi. Seperti biasa, rutinitas pagi selalu dimulai dengan cek pulsa terlebih dulu. Lalu buat panggilan 2 menit biar dapet gratis 200 menit yang bisa di pake 24 jam. Jadi saat akan di butuhkan, ponsel sudah siap beroperasi. Tapi pagi tadi karena terlalu terburu-buru, aku tak sempat buat itu. Langsung pake telfon tanpa hitung-hitungan seperti biasa, dan ujung-ujungnya kebablasan dan habis lah pulsa. Biasanya kalo uda gini, suara seseorang dari ujung telfon akan berubah jadi tawa yang riang gembira melihatku merana.

(lebih…)

image

Mendengar namanya, mungkin orang akan berfikir ini adalah makanan khas daerah Ambon. Padahal sama sekali bukan. Bika ambon adalah kuliner khas daerah Medan, tepatnya Sumatera Utara. Kuenya berwarna kuning, dengan tekstur berlubang seperti pori manusia dan beraroma pandan yang menyengat. Bagian bawahnya keras, sisa dari tempaan di loyang. Saat di gigit terasa ada sensasi legit dan kenyal di mulut. Biasanya di sajikan dalam bentuk potongan persegi, dan dinikmati sebagai teman minum teh ataupun kopi.

(lebih…)

Menikmati koran pagi sambil menyeruput kopi atau teh hangat plus potongan bika ambon sangatlah terasa nikmat. Fenomena membaca surat kabar ini terjadi di seluruh penjuru bumi. Membaca surat kabar di pagi hari menjadi rutinitas yang sayang untuk di lewatkan. Namun itu dulu. Sekarang seiring perkembangan zaman, masyarakat mulai beralih dari surat kabar ataupun media cetak kepada media online, yang notabene  lebih cepat dan praktis dalam menyampaikan berita.

(lebih…)

image

Banyak alasan orang memilih tv berlangganan. Bisa karena bosan dengan suguhan tv lokal yang menayangkan acara itu-itu saja, atau karena ingin menonton acara tertentu, seperti sepakbola yang tidak bisa ‘di akses’ menggunakan parabola dikarenakan alasan pembagian hak siar atau apalah. Menjamurnya tv berlangganan membuat para provider menawarkan harga gila-gilaan. Dengan iuran yang sangat terjangkau, berkisar antara 85ribu sampai 150rb di tarif basic atau standar, kita sudah bisa menikmati beragam channel pilihan, baik dari dalam negeri maupun dari negeri yang jauh sekali. Bahkan kabarnya sekarang muncul provider baru yang menawarkan harga jauh di bawah harga di atas. Persaingan pun semakin ketat. Semua berlomba-lomba memperbaiki mutu pelayanan mereka. Seperti provider “X” , yang belum lama ini menambah beberapa channel baru, yaitu channel 88 “M” Shop dan channel 96 “M” Infotainment. Tujuannya apa lagi, kalau bukan untuk menarik minat pelanggan.

(lebih…)