Dulu aku bertanya, seperti apa sih rasanya kehilangan. Kehilangan yang sebenar-benarnya hilang. Dan kini aku benar-benar merasakannya. Aku kehilangan. Dan rasanya sungguh menyesakkan dada. Ketika terbangun dari tidur, dan kusadari dirinya tlah pergi, dan tak kan pernah kembali lagi, ingin rasanya ku berteriak, dan memohon untuk tidak meninggalkanku. Tapi itu sama dengan aku melawan takdir, dan berontak atas suratan Illahi.

Ragaku merayu pada jiwa, untuk ikhlas melepaskannya, dan berhenti menyiksa diri sendiri. Sebenarnya aku ikhlas, demi Allah aku ikhlas. Tapi aku tak pernah bisa berhenti mengingatnya. Banyak jejak-jejak yang Ia tinggalkan, dan aku tak mampu menghapusnya.

Ku sematkan doa di setiap lafazku. Berharap Ia bahagia disana, dan mendapat surga seperti yang selama ini Ia impikan. Lalu duduk di sebuah kursi yang indah, dan tersenyum menatapku yang akan terus merindunya.

Ibu…
Aku merindukanmu…
Boleh kan…????