Hari ini aku ingin menulis tentang seseorang yang sangat berharga dalam hidupku. Dia orang yang membuatku ada di dunia ini. Dia orang yang mencintaiku lebih dari cinta pada dirinya sendiri. Dia wanita yang tangguh, tak pernah mengeluh meski beban hidup kerap menghimpit dan membuatnya letih. Dia wanita tercantik yang pernah ku lihat. Dialah ibuku, ibu yang melahirkanku. Ibu yang banyak mengajarkanku cara bertahan di tengah banyaknya persoalan hidup yang kadang membuatku hampir putus asa.

Wanita perkasa itu kini terbaring lemah dan tak bertenaga. Bahkan hanya untuk memakai kaos kakinya saja dia tak lagi punya daya. Ibuku tak lagi punya senyum. Hanya terdengar suara lirih menyebut asma Allah yang kerap diucapkannya berulang-ulang. Beberapa kali aku dikejutkan dengan keadaannya yang semakin hari semakin memburuk. Dan aku tak tau sampai kapan kapan ibuku akan mampu bertahan.

Menatap wajahnya sungguh membuatku selalu menangis. Aku takut tak lagi bisa menatapnya. Aku takut ini akan jadi hari terakhir aku bisa menggenggam tangannya. Aku tak ingin kehilangan ibuku. Aku masih ingin bersamanya lebih lama lagi. Aku masih ingin terus memanggilnya ibu, meskipun Ia tak lagi bisa memanggil namaku.

Aku menyayangimu ibu…