image

Mendengar namanya, mungkin orang akan berfikir ini adalah makanan khas daerah Ambon. Padahal sama sekali bukan. Bika ambon adalah kuliner khas daerah Medan, tepatnya Sumatera Utara. Kuenya berwarna kuning, dengan tekstur berlubang seperti pori manusia dan beraroma pandan yang menyengat. Bagian bawahnya keras, sisa dari tempaan di loyang. Saat di gigit terasa ada sensasi legit dan kenyal di mulut. Biasanya di sajikan dalam bentuk potongan persegi, dan dinikmati sebagai teman minum teh ataupun kopi.

Menilik dari namanya, banyak orang bertanya kenapa kue yang satu ini disebut bika ambon dan bukan bika medan atau bika Sumatera Utara. Tak ada yang tau pasti kenapa kue ini dinamakan bika ambon. Ada yang mengatakan, sisa peninggalan bangsa Portugis di Ambon adalah kuliner, dan salah satunya adalah bika ambon. Lalu orang Ambon membawanya ke Sumatera Utara. Dan ternyata orang Sumatera Utara lebih menyukai kue ini di bandingkan orang Ambon.

Versi berbeda juga ditemukan. Katanya dulu saat zaman Belanda, ada orang Tionghoa yang tinggal di tanah Deli dan melakukan eksperimen dengan sebuah kue. Setelah matang kue itu dicobakan kepada pembantunya yang berasal dari Ambon. Dan ternyata pria Ambon itu menyukainya, dan akhirnya dinamakanlah kue itu dengan sebutan bika ambon.

Sangat mudah menemukan kue ini di Sumatera Utara, karena hampir semua toko roti menjualnya . Dengan harga terjangkau, berkisar 30 sampai 40 ribu rupiah per kotaknya, kue ini sangat cocok di jadikan bingkisan atau buah tangan dari Medan.