Menikmati koran pagi sambil menyeruput kopi atau teh hangat plus potongan bika ambon sangatlah terasa nikmat. Fenomena membaca surat kabar ini terjadi di seluruh penjuru bumi. Membaca surat kabar di pagi hari menjadi rutinitas yang sayang untuk di lewatkan. Namun itu dulu. Sekarang seiring perkembangan zaman, masyarakat mulai beralih dari surat kabar ataupun media cetak kepada media online, yang notabene  lebih cepat dan praktis dalam menyampaikan berita.

Meningkatnya teknologi dan daya pikir serta kualitas manusia dari masa ke masa, serta pentingnya penyaluran informasi demi memenuhi hasrat ingin tahu rakyat, membuat dunia pers dan jurnalisme terus berkembang. Yang tadinya hanya ada media cetak, radio, televisi, kini telah merambah ke media online. Bahkan kini media cetak, radio atau pun televisi, baik yang kecil maupun yang besar sudah memiliki website sendiri untuk memudahkan penyampaian berita kepada masyarakat.

Media online yang memiliki kecepatan update, punya kelebihan yang tak di miliki oleh media cetak semacam surat kabar yang hanya terbit satu kali dalam sehari. Hingga untuk tahu berita hari ini, masyarakat harus menunggu sampai esok hari. Bahkan melalui media online, masyarakat bisa dengan mudah membaca ulang berita yang sudah lama melalui indeks berita tanpa harus membolak balik surat kabar dan membuat rumah berantakan. Melalui media online, masyarakat tidak hanya bisa membaca dan melihat foto saja, melainkan bisa juga melihat video dan mendengarkan rekaman suara, sehingga berita jadi lebih menarik untuk di nikmati.

Namun tak semua masyarakat mengonsumsi berita melalui media online. Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti: kurangnya kemampuan mengakses media online, ataupun dikarenakan kebiasaan yang sudah terlanjur terbiasa dengan surat kabar. Lantas nanti, apabila seluruh masyarakat telah mampu dan bisa mengakses media online, akan kah surat kabar lenyap? Jika ya, tentu itu akan membuat para kuli tinta kehilangan mata pencariannya.

Tapi andai itu memang harus terjadi, setidaknya itu bukan lah dikarenakan hilangnya minat baca masyarakat terhadap surat kabar, melainkan karena semua orang sudah mampu dan sadar akan pentingnya melestarikan hutan. Sebab banyaknya penggunaan kertas pada surat kabar, otomatis menyebabkan banyaknya penebangan hutan. Dan sampah kertas termasuk salah satu penyumbang limbah terbesar di bumi ini.