image

Banyak alasan orang memilih tv berlangganan. Bisa karena bosan dengan suguhan tv lokal yang menayangkan acara itu-itu saja, atau karena ingin menonton acara tertentu, seperti sepakbola yang tidak bisa ‘di akses’ menggunakan parabola dikarenakan alasan pembagian hak siar atau apalah. Menjamurnya tv berlangganan membuat para provider menawarkan harga gila-gilaan. Dengan iuran yang sangat terjangkau, berkisar antara 85ribu sampai 150rb di tarif basic atau standar, kita sudah bisa menikmati beragam channel pilihan, baik dari dalam negeri maupun dari negeri yang jauh sekali. Bahkan kabarnya sekarang muncul provider baru yang menawarkan harga jauh di bawah harga di atas. Persaingan pun semakin ketat. Semua berlomba-lomba memperbaiki mutu pelayanan mereka. Seperti provider “X” , yang belum lama ini menambah beberapa channel baru, yaitu channel 88 “M” Shop dan channel 96 “M” Infotainment. Tujuannya apa lagi, kalau bukan untuk menarik minat pelanggan.

Menarik memang berlangganan tv berbayar. Ingin nonton apa saja tinggal “klik”, maka acara akan tersaji sesuai selera kita. Untuk para ibu rumah tangga misalnya, tinggal pilih channel berbau “shop”, maka akan tersaji suguhan aneka pilihan perabotan rumah tangga. Atau ingin tau perkembangan  selebritis dan para kaum sosialita? Tenang, banyak pilihan disana. Untuk kaum ayah juga banyak pilihan, dari berbagai jenis channel olah raga, berita, sampai film action semuanya ada. Untuk para remaja juga tidak ketinggalan, channel khusus life style dan fashion sudah siap menanti untuk dinikmati. Anak-anak? Wow…jangan khawatir, dari mulai channel khusus untuk bayi yang baru lahir sampai anak usia sekolah juga ada.

Dengan sangat beragamnya channel pilihan di tv berbayar, sedikit banyaknya pasti lah memberi dampak, baik yang positif maupun yang negatif. Positifnya, kita bisa menghilangkan rasa jenuh, dan punya banyak hiburan tanpa mengelukan acara yang begitu-begitu saja. Anak-anak bisa belajar banyak dari channel-channel yang setiap harinya selalu menayangkan acara flora dan fauna.

Namun lantas jangan terlena, perhatikan pula dampak negatifnya, khususnya pada anak-anak. Ada beberapa channel dari tv luar yang tak layak di tonton mereka. Misalnya saat tv baru dinyalain, kita akan langsung di suguhin channel 6, isinya film-film luar yang tanpa filter sama sekali dan tak layak di tonton anak. Atau channel olah raga yang hampir tiap malam menayangkan adu gulat para raksasa yang hanya mengenakan tutup segitiga. Melihat CM Punk membanting John Cena, atau injakan kaki Big Show terhadap Alberto Del Rio, membuat ngilu dan tak pantas di lihat anak-anak. Dan masih banyak lagi channel sejenis yang sangat di larang di suguhkan pada anak.

Banyaknya channel yang tersaji dan dapat “di akses” dengan mudah ini menuntut kita harus jeli dalam memilih tv berlangganan. Dampingi anak, ponakan, adik, atau anak kecil lain yang ada di rumah kita di saat menonton televisi. Pilihlah tv berlangganan yang sesuai dengan kebutuhan dan situasi rumah kita. Dan jangan lupa, jadi lah konsumen yang cerdas.