Sebagai seorang manusia, kadang kita tidak mampu mengendalikan diri ketika marah, sehingga kita melakukan tindakan-tindakan yang akan menimbulkan penyesalan besar. Tulisan ini sengaja saya buat sebagai pengingat bagi diri saya sendiri yang sedang belajar mengendalikan emosi, tanpa bermaksud mengajari ataupun menggurui orang lain. Karena saya bukanlah siapa-siapa yang pantas mengajari orang lain, dan pengetahuan yang saya miliki masih sangat kecil sekali, bahkan lebih kecil dan lebih halus dari sebutir debu.

Emosi dan perasaan akan bergolak dikarenakan dua hal, kegembiraan yang memuncak dan masalah yang berat. Jika kamu mampu menguasai perasaan, baik disaat yang memilukan dan juga yang menggembirakan, maka kamulah orang yang menang dikarenakan keberhasilanmu mengalahkan hawa nafsu.

Emosi yang tak terkendali hanya akan melelahkan, menyakitkan, dan meresahkan diri sendiri. Sebab ketika marah, maka emosi akan meluap dan sulit dikendalikan. Dan itu akan membuat seluruh tubuh gemetar, mudah memaki siapa saja, seluruh isi hati tertumpah ruah, nafas tersengal-sengal, dan kita akan cenderung bertindak sekehendak nafsunya. Adapun saat mengalami kegembiraan, kamu akan menikmatinya secara berlebihan, mudah lupa diri, dan tak ingat lagi siapa dirimu.

Sebaliknya jika kamu mampu menguasai emosi, mengendalikan akal dan menimbang segalanya dengan benar, maka kamu akan mampu melihat kebenaran dan akan tahu jalan mana yang terbaik.

Jadi, kendalikanlah emosi sebelum emosi itu membuatmu menyesal dikemudian hari. Jika kamu sedang marah, maka diamlah sebentar. Karena diammu selama setengah menit ataupun setengah detik, akan membuatmu mampu mengetahui mana yang terbaik, sehingga kesadaranmu akan mencairkan kemarahanmu, seperti air manis mencairkan garam.