Sifat manusia cenderung menyukai pujian dan sanjungan, meskipun pujian dan sanjungan itu palsu. Sebaliknya, kita enggan terhadap kritikan dan nasehat, meski kritikan itu benar adanya. Saya sendiri saja bila dipuji rasanya senang bukan kepalang, pipi memerah, diri rasanya nyaris terbang ke langit. Tapi sekuat tenaga menahannya supaya tetap menginjak bumi. Manusiawi kan…? Hati-hati dengan pujian dan sanjungan, karena itu bisa memunculkan sifat ‘ujub di hati.

Lalu bagaimana bila kita di kritik? Upss…jangan keburu marah. Kritikan itu baik, apalagi bila kritikan itu adalah kritik yang membangun dan berasal dari hati yang tulus dan ikhlas, maka kritikan itu akan mengantarmu beralih dari yang baik menjadi lebih baik lagi. Jadikan itu sebagai nasihat dan motivasi untuk memperbaiki diri.

Tapi tetap harus diwaspadai, karena tak semua orang itu memberi kritikan yang membangun. Bisa jadi kritikan yang dilontarkan itu adalah kritikan dengan niat ingin menjatuhkan. Bila memang seperti itu, maka acuhkan saja dan jangan merasa tertekan oleh setiap upaya orang-orang yang ingin menjatuhkanmu. Anggap kritikan itu sebagai ungkapan penghormatan untukmu karena nilai tinggi yang telah berhasil kau raih. Ingatlah, orang tidak akan melempar pohon mangga dengan batu kecuali bila ada mangga yang berbuah.