Malam berjingkat kian pelukmu erat
Liarkan bayang pada sebentuk raut yang rindu
Bias sunyi merona pada dinding yang pengap
Hanyutmu dalam asmara biru

Usahlah kau berkalang sepi
Sebab sepi lemahkan denyut nadimu
Ujarkan saja pada malam
Minta dia membisikkan dahagamu akan rindu
Atau sampaikan saja pada bintang
Untuk menerangi langkahmu
menuju beranda hati wanitamu itu

Wahai pemuja makhluk berkerudung jingga
Senjamu kini telah terbingkai malam
Ketika mentari berhenti menyinar,
Jangan kau gusar akan kenangan yang terajut
Sebab esok…
Fajar kan mendampingimu
Menggulir rasa yang sempat tertunda