Hembus angin di jumat siang
Dingin menggigit merasuk ke sum-sum tulang
Bongkahan batu bagai duduk bersila di ubun-ubun
Nyeri menggeliat di aliran darahku
Bumi bagai enggan di tapak
Berputar laksana gasing tak bertali
Menari…kemudian merobohkanku

Tak faham mengapa begini
Terseokku mencari jawaban
Mengulik masa-masa yg terlewati
Sampai pada satu titik yang akhirnya ku mengerti
Ternyata aku belum makan sejak pagi tadi
Huufftt…