“Orang tua adalah sebaik-baik pintu surga, seandainya kamu mau, jagalah pintu itu dan jangan kau sia-siakan.” (HR. Tirmidzi)

Surga. Sebuah tempat yang disediakan oleh Allah SWT untuk membalas amal ibadah dan berbagai kebaikan seorang hamba selama menjalani hidup di dunia. Sebuah tempat yang kenikmatannya tak pernah bisa hadir dalam pikiran manusia. Dan pintunya, digambarkan oleh Rasulullah saw dalam hadits itu, adalah orang tua.

Adapun salah satu kunci untuk kita dapat hidup bahagia, mendapat berkah, diluaskan rizki, dipanjangkan umur, dimudahkan segala urusan, dimasukkan surga, menurut Rasulullah ada pada berbuat baik kepada orang tua.

“Ridha Allah tergantung ridha orang tua, dan murka Allah tergantung murka orang tua.” (HR. Bukhari)

Keridhaan orang tua akan segera membekas dan berpengaruh dalam perjalanan hidup seseorang. Sebaliknya kemarahan dan ketidaksukaan orang tua juga akan segera membawa dampak dalam hidup seseorang.

“Dua perbuatan dosa yang Allah cepatkan azab-Nya di dunia yaitu berbuat zalim dan durhaka pada orang tua.” (HR. Hakim)

Mari kita renungkan bersama-sama, pernahkah kita membuat sedih orang tua? Pernahkah sikap-sikap kita membuat kecewa orang tua? Pernahkah kita memarahinya? Mengeluarkan perkataan kasar padanya? Membentaknya? Pernahkah kita menyia-nyiakan kepercayaannya? Padahal apa yang telah diberikan orang tua kita hingga saat ini tak pernah bisa dihitung.

Datang dan bersimpuhlah dihadapannya. Mohonlah maaf padanya dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi tingkah laku yang bisa membuatnya sedih, kecewa dan murung. Seandainya kedua orang tua sudah tiada, bertaubatlah pada Allah, perbanyaklah permohonan ampun kepada Allah untuknya, dan sambunglah hubungan baik dengan kerabat-kerabatnya.

Referensi “Mencari Mutiara Di Dasar Hati” (M. Nursani)