Mengintip hujan di celah tingkap
Sejuk angin tiada terasa
Jiwa dan raga…
Terkungkung dalam pengap
Amarah membuncah di dada
Jengah..
Kau laksana kaisar langit yang pongah
Senandungmu menjadi titah
Panah kuasa racuni sendi hidupku
Kau hitamkan aliran darahku
Sadari…
Di atas langit masih ada langit
Dan bumi yang kau pijak…
Hanya persinggahan yang tak pantas kau miliki
Kau hanya seonggok tanah
Yang suatu hari…
Akan kembali ke tanah