Suatu pagi, seorang Arab Badui ikut shalat subuh berjamaah. Ketika itu sang imam membaca surah al-Baqarah, padahal saat itu orang Arab Badui itu sedang terburu-buru karena suatu keperluan. Akibatnya ia tidak dapat memenuhi keperluannya tersebut. Pada esok harinya, ia kembali ikut shalat subuh berjamaah. Ketika imam mulai membaca surah al-Fiil, orang Badui tersebut langsung pergi seraya berkata,
     “ini pasti lebih lama lagi! Bukankah al-Fiil (gajah) lebih besar dari al-Baqarah (sapi)..!!???

Seorang lelaki berkata kepada Abul Ghushn,
     “Apakah engkau bisa menghitung dengan jari-jarimu dengan baik?.”
Abul Ghushn menjawab,
     “Ya, saya bisa.”
Lalu orang tersebut berkata,
     “Dua liter gandum.”
Maka Abul Ghushn menekuk jari manis dan jari kelingkingnya. Orang tersebut berkata lagi,
     “Dan dua liter beras.”
Dan Abul Ghushn pun menekuk ibu jari dan jari telunjuknya. Lalu lelaki itu pun bertanya,
     “Mengapa engkau membiarkan jari tengahmu tegak?.”
Abu Ghushn pun menjawab,
     “Agar gandum dan berasnya tidak tercampur.”

Pada suatu hari sandal Amir bin Abdullah az-Zubairi di curi orang. Kemudian setelah kejadian itu, ia tidak pernah memakai sandal lagi. Ketika ditanya tentang hal itu, ia menjawab,
     “Saya tidak suka memakai sandal. Karena saya khawatir ada orang yang mencurinya, sehingga ia pun berdosa karenanya.”

Seorang isteri dari seorang yang cerdik berkata kepada suaminya (dan ketika itu sang isteri sedang hamil), sambil melihat wajah suaminya yang buruk,
     “Celakalah saya jika bayi yang ada dalam kandungan saya ini wajahnya seperti kamu.”
Maka suaminya pun berkata,
    “Tapi celakalah kamu jika bayi itu tidak mirip saya.”

Suatu hari keledai Abul Ghushn hilang. Lalu ia mencarinya dan berkata,
     “Alhamdulillah.”
Maka dengan nada heran orang orang-orang bertanya,
     “Mengapa kamu berkata demikian?”
Abul Ghushn menjawab,
     “Aku bersyukur kepada Allah, karena ketika keledaiku hilang, aku tidak sedang menungganginya. Seandainya saat itu aku menungganginya, pasti aku sudah hilang bersamanya.”

Seseorang bertanya kepada seorang ulama fikih,
     “Jika saya membuka baju saya dan masuk ke sungai untuk mandi, apakah saya harus menghadap kiblat atau ke arah lain?”
Ulama itu pun menjawab,
     “Menghadaplah ke arah baju yang engkau buka tadi agar tidak hilang.”

DR. ‘Aid Abdullah Al-Qarni