image

Menjelang dan saat haid, wanita sering di hinggapi masalah PMS (PreMenstrual Syndrome). PMS terjadi pada wanita di rentang usia 14-50 tahun. Gejala PMS yang terjadi bervariasi dan berubah-ubah pada tiap wanita dari bulan ke bulan, yang meliputi gangguan fisik (pusing, mual, pegal pada pinggang, dan sakit perut bagian bawah), psikis dan tingkah laku (mudah tersinggung, malas beraktivitas, mudah lelah, sedih tanpa sebab, dan lebih sensitif).

Gangguan ini terjadi 7-14 hari menjelang perdarahan dan biasanya akan hilang pada saat mulai perdarahan. Hal ini terjadi akibat perubahan produksi hormon sex oleh tubuh, terlebih saat haid tidak lancar yang dapat mempengaruhi berlangsungnya aktivitas sehari-hari. Sifat dan derajat rasa nyeri ini bervariasi, mulai dari yang ringan sampai yang berat. Untuk rasa nyeri yang berlebihan, lazim disebut dysmenorrhea.

Bagi wanita masa kini, gangguan-gangguan PMS tersebut bukan lagi sekadar masalah ketidaknyamanan atau rasa sakit saja, tetapi sudah menjadi masalah serius yang dapat mengancam aktivitas dan produktivitas. Agar dapat senantiasa tetap bebas beraktivitas di saat haid, ikuti langkah berikut ini.

1. Olah raga yang teratur
Lakukan secara teratur 3 kali dalam seminggu selama 20-30 menit setiap kali latihan. Hal ini berguna untuk melemaskan otot dan sendi, serta mengurangi penimbunan cairan.

2. Sedia multivitamin
Untuk menjaga stamina saat PMS tiba, sediakan multivitamin yang mengandung mineral, vitamin B dan E, mineral zinc dan magnesium penting untuk mengubah senyawa omega 3 menjadi prostaglandin, sehingga dapat mengurangi rasa nyeri dan meregangkan otot dinding rahim.

3. Konsumsi makanan penting
Makanan kaya serat (buah, sayur, kacang-kacangan, serealia), vitamin B6 (ikan segar, tuna, hati, beras merah, alpukat, pisang), kalsium (kedelai, tempe, tahu, teri, ikan sarden), magnesium (lalap mentah sayur hijau, apel, kacang mede, makanan laut) sangat penting untuk mengurangi sensitivitas tubuh terhadap rasa sakit dan menjauhkan diri dari kekejangan otot.

4. Rutin menjaga kebersihan daerah kewanitaan
Mulailah dari penggantian pembalut, penggunaan air bersih, arah membasuh dari depan ke belakang, dan penggunaan celana dalam berbahan katun.

Sumber : Majalah Wanita Kartini