Kau tau dia hanya rama-rama
Walau indah parasnya
Berkilau di pantulan sang surya
Tapi begitu rapuh sayapnya

Kalau kau tau sayapnya rapuh
Kenapa tak menjaganya
Kalau kau tau indah warnanya
Kenapa tak melindunginya

Sekarang sayapnya tlah patah
Jatuh berserak di tanah yang dingin
Melayang ke angkasa tersapu angin

Warnanya masih tetap indah
Tapi tak lagi bercahaya
Seulas senyum masih tampak di sudut bibirnya
Tapi senyum yang melukiskan derita

Lihatlah…
Dia tak lagi mampu terbang
Berlari sendiri di bawah terik mentari
Mencari-cari sandaran hati
Menggapai asa yang sepi

Ketika lelah…
Langkahnya terhenti…
Lalu berjalan tertatih
Di jalanan yang berkerikil padas

Tak di hiraukan kakinya terluka
Tak di hiraukan gelang kakinya patah
Wajahnya memerah..menahan bulir bening di matanya
Nafasnya terhenti..menahan sesaknya di dada
Sampai saatnya nafasnya tak berhembus lagi.