Setelah beratus tahun menggunakan hewan sebagai alat transportasi, di akhir tahun 1700-an beberapa penemu Eropa mulai merancang dan mengembangkan teknologi mobil.

Tujuan mereka adalah menciptakan kendaraan yang memiliki tenaga penggerak sendiri, sehingga bisa menggantikan tenaga kuda dan hewan penarik lainnya. Proses ini tentu saja tidak langsung menghasilkan alat transportasi yang sempurna, tapi berlangsung secara bertahap dan panjang.

Di tahun 1769, seorang kapten angkatan senjata Perancis bernama Nicolas-Joseph Cugnot merancang kendaraan bermesin pertama di dunia. Kendaraan ini digerakkan oleh tenaga uap, memiliki kecepatan 6 km/jam, dan digunakan untuk menarik meriam.

Selain menjadi perancang kendaraan bermesin pertama, Nicolas-Joseph Cugnot juga tercatat sebagai orang pertama yang mengalami kecelakaan mobil pada tahun 1771.

Tahun 1860, Jean Etieene Lenoir mengembangkan mesin dengan sistem pembakaran dalam dua langkah. Kemudian dilanjutkan dengan Nikolaus A. Otto yang merancang sistem pembakaran dengan empat langkah. Kedua mesin ini mengakhiri era mesin uap, setelah digunakan selama hampir seratus tahun.

Sejak kendaraan pertama Cugnot lahir, sampai kemudiab ditemukan mesin 4-tak Otto, perkembangan teknologi mobil selanjutnya bergerak semakin cepat. Salah satu peristiwa yang paling menentukan adalah ketika di tahun 1885 berhasil dikembangkan mesin berbahan bakar minyak tanah. Penemuan ini mebuat mobil menjadi kendaraan yang semakin praktisd dan aman. Selain itu, teknologi ini juga menandai dimulainya era mobil modern.

Pada tahun 1904, Torao Yamada menjadi orang Jepang sekaligus orang Asia pertama yang merancang kendaraan bertenaga uap. Dan pada tahun 1920 untuk pertama kalinya mobil memiliki atap, pintu, kaca depan dan karet penyapu kaca jendela.